Halaman

Saturday, May 11, 2019

Bumiputera Lebih Baik

HOS Tjokroaminoto
Kata Pribumi dewasa ini sering kembali digunakan. Namun pemakaiannya saat ini cenderung tendensius dengan tujuan tertentu.

Kata Pribumi selalu disandingkan dengan NonPribumi dengan menambahkan "vs" atau versus, seolah olah keduanya sedang berperang satu sama lain, layaknya permainan sepak bola. Harus ada yang menang dan yang kalah.

Tapi banyak yang kurang mengetahui apa itu Pribumi, dan bahkan segelintir tidak mau tahu.

Saya justru bingung, mengapa mereka mengklaim sebagai Pribumi? Definisi mana yang mereka pakai? Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pribumi itu adalah penghuni asli ; yang berasal dari tempat yang bersangkutan.

Kalau merasa Pribumi, apakah memang sesuai dengan definisi di atas?

Menurut penelitian yang saya ketahui, semua penduduk yang tinggal sekarang di Kepulauan Nusantara adalah pendatang. yang membedakan satu sama lain adalah yang datang duluan dan terakhir.

Sejauh yang saya ketahui (mohon koreksi) ada 3 gelombang migrasi penduduk ke Nusantara.

Bangsa Melanesoid, mereka adalah bangsa tertua yang melakukan migrasi ke Nusantara. Mereka adalah masyarakat yang melahirkan kebudayaan mesolithikum (zaman batu tengah) di Indonesia. Mereka kemudian tersingkir ke sebelah timur karena desakan dari migrasi bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu. Mereka adalah Nenek Moyang suku di Papua dan Nusa Tenggara.

Proto Melayu (Melayu Tua), merupakan bangsa kedua yang melakukan migrasi ke Nusantara. Mereka berasal dari Yunan (Cina Selatan). Proto Melayu merupakan Nenek Moyang suku Batak di Sumatera, Toraja di Sulawesi dan Dayak di Kalimantan.

Deutro Melayu (Melayu Muda), adalah bangsa yang melakukan migrasi selanjutnya. Mereka merupakan Nenek Moyang suku Sunda, Jawa, Minang dan Bugis. Istilah Pribumi pada awalnya justru digunakan oleh Belanda untuk mengkelompokan penduduk di Hindia Belanda. Stratifikasi sosial dengan melabelkan Pribumi bertujuan untuk memisahkan orang Hindia dengan non Hindia.

Saat itu Pribumi menempati tempat paling bawah dalam stratifikasi sosial. Belanda Eropa - Cina Arab - Pribumi. Hal ini bertujuan untuk "mengkerdilkan" masyarakat pribumi dalam kehidupa sosial masyarakat, baik dalam pendidikan, ekonomi dan sebagaianya. Pribumi selalu terbelakang dalam segala hal.

Stigma "terbelakang" mungkin menjadi salah satu faktor organisasi pergerakan yang muncul pada awal abad ke 20 jarang menggunakan kata tersebut untuk menunjukan eksistensi mereka. Mereka justru lebih suka menggunakan kata Bumiputra sebagai sebutan untuk kelompoknya.

No comments:

Post a Comment