Halaman

Saturday, March 23, 2013

Pendidikan (Melahirkan) Nasionalisme

Oleh Cecep Lukmanul Hakim

Entah bagaimana tercapainya "persatuan" itu,
entah bagaimana rupanya "persatuan" itu,
akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia - Merdeka itu,
ialah ...."Kapal Persatuan" adanya.
Soekarno

Kesadaran akan perlunya suatu ikatan pada setiap rakyat dalam pencapaian tujuannya untuk mengusir orang Belanda yang telah memeras tenaga, harta dan kekayaan tanah baru berhembus pada awal abad ke 20. Keinginan untuk bersatu dan membentuk dalam suatu ikatan politik, ekonomi dan kebudayaan antar satu daerah dengan daerah lainnya muncul sebagai konsekuensi dari perubahan peta perpolitikan di Nederland. Beralihnya politik penjajahan Belanda terhadap Indonesia menuju kearah yang lebih liberal dengan memperluas peranan pihak swasta dalam kontribusinya berinvestasi dan mengolah kekayaan bumi Hindia Belanda ini membuka ruang bagi orang perseorangan ataupun perusahaan untuk berlomba menanamkan modalnya di Hindia Belanda. Migrasi orang-orang Belanda kini menjadi sangat massif bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ketika seluruh penguasaan Hindia Belanda secara penuh dikuasai oleh kongsi dagang VOC yang kemudian mengalami kebangkrutan dan kemudian diambil alih oleh pemerintah Belanda. Tahun-tahun sebelumnya orang Belanda yang datang ke Hindia Belanda hanya terbatas pada keluarga pegawai pemerintahan saja, namun ketika terbukanya Hindia Belanda untuk pihak swasta secara otomatis eksodus orang Belanda semakin meningkat.

Tuesday, February 12, 2013

Nabi Muhammad : Periode Madinah (Bagian II)

Oleh Cecep Lukmanul Hakim
1.      Kemakmuran Ekonomi (Pendapatan Negara)
Perkembangan ekonomi umat Islam di  Madinah telah mengalami perubahan-perubahan yang cukup signifikan, bahkan fundamental,  sejak mereka hijrah ke  Madinah. pada fase-fase awal para sahabat muhajirin mengandalkan kebutuhan ekonominya dari bantuan sahabat anshar yang secara mayoritas hidup sebagai seorang petani  dan peternak (hanya sebagaian kecil sebagai pedagang). Adapun pasar-pasar yang ada di  Madinah, sebagai sarana kepentingan umum terutama bagi perkembangan ekonomi masyarakat Islam saat itu, telah lama bergabung menjadi satu dengan kelompok lainya di luar umat Islam ( khususnya orang-orang Yahudi), karena pasar adalah salah satunya sarana yang mengajarkan toleransi dan demokrasi yang paling bebas.[1] Selain sebagai sarana komunikasi ekonomi juga telah menjadi katalisator dalam pergaulan antar umat beragama.[2]

Saturday, January 19, 2013

Sejarah Sebagai Pengalaman Dan Sebagai Kegiatan Intelektual

Pernyataan Carl Becker bahwa everyman his own historian yang artinya adalah setiap orang (adalah) sejarawan untuk dirinya sendiri berangkat dari asumsi bahwa setiap manusia adalah penggerak sejarah. Manusia pada hakiaktnya yang membuat sejarah baik itu sebagai pelaku sejarah atau pun sebagai saksi sejarah.  Setiap orang “normal” mengenal sejarah dan karena itu ia adalah “sejarawan”, namun istilah sejarawan sebenarnya terbatas apabila ditinjau dari kacamata keilmuan merupakan salah satu bentuk dari profesi akademik.
Manusia sebagai penggerak sejarah baik itu sebagai pelaku atau saksi sejarah boleh menceritakan kejadian yang dialaminya dalam bentuk tulisan, Namun hasil dari tulisan tersebut belum bisa disebut sejarah, karena penulisan sejarah harus melalui tahapan-tahapan tertentu. Sedangkan penulisan cerita ini hanya berpijak dari pengalaman, apa yang dirasakan, apa yang didengar dan apa yang dilihat oleh penulis. Bentuk dari penulisan ini bisa berupa catatan harian, memoir, boigrafi dan otobiografi.