Halaman

Thursday, May 2, 2019

Balada si Umar

Pagi buta Umar sudah bangun dari tidurnya, hari-hari yang lain terkadang lebih dahulu dari ayam dikandang. Semalam tidur tak nyenyak, maklum ini hari adalah awal bulan, pembagian honor masih jauh dari pelupuk mata. Dua minggu yang lalu ia terima, tapi tinggal ¼ nya saja, uang rutin ia terima hanya cukup untuk bertahan tak sampai penguhujung bulan. Istri satu anak satu tanggungannya.

Kalau tetangganya sibuk minum kopi dan baca berita, pagi-pagi Umar sibuk kesana kemari, kasih makan ayam dikandang kemudian pergi ke kolam ikan, terkadang ia harus berebut jatah nasi dengan mereka. Lebih baik makan sedikit tapi punya simpanan, buat dijual kalau kepepet.

Thursday, May 24, 2018

N G O P I

“Sok atuh gera di(k)opi eta raginang na !”
“Kadieu atuh linggih hela da (k)opi eun mah aya !”
Raginang diopi, suuk diopi sagala teh diopi.
Ongkoh nawaran ngopi tapi nu disughkeun cai herang. Aduh ! naha ning bisa kitu nya?
===============================
Pemakaian istilah ngopi dalam aktivitas sehari hari orang Sunda sudah dikenal sejak dahulu. Istilah ngopi sejatinya berasal dari kata kopi. Ngopi merupakan kata kerja yang berarti meminum kopi sama dengan ngaroko, ngupat, nyate dsb.
Namun ada hal unik, kata ngopi dalam budaya masyarakat Sunda mengalami pelebaran makna. Ngopi tidak lagi diasosiasikan sebagai meminum kopi. Makna menjadi luas mencakup hampir seluruh kegiatan berkaitan dengan makanan dan minuman. Seperti ilustrasi diatas, ngopi yang sejatinya adalah meminum kopi digunakan untuk selain kopi.
Kenapa bisa begitu ???

Tuesday, April 17, 2018

Umat Akhir Zaman

Sebagian orang ada yang berkeinginan jika boleh memilih ia ingin hidup pada masa Rasulullah atau paling tidak masa Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Mereka beranggapan bahwa hidup pada jaman sekarang suatu kerugian. Umat akhir jaman diyakini adalah sejelek jeleknya umat, yang jauh dari Islam jaman Rasulullah. Stigma “rugi” menjadi umat akhir jaman sebagai umat yang karena jarak waktu sangat jauh dari jaman Rasulullah dibangun secara sadar ataupun tidak sadar.
Setiap keburukan yang terjadi disekitar, pelacuran, pemerkosaan, pembunuhan dan semua hal yang dikategorikan keburukan selalu dinisbahkan pada akhir jaman. Waktu menjadi kambing hitam atas ketidakpuasan pada kondisi sosial maupun keagamaan. Tanpa ragu kita selalu berucap “dasar umat akhir jaman” atau “mungkin karena sekarang akhir jaman” ketika merespon hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntunan agama.