Pagi buta Umar sudah bangun dari tidurnya, hari-hari yang
lain terkadang lebih dahulu dari ayam dikandang. Semalam tidur tak nyenyak,
maklum ini hari adalah awal bulan, pembagian honor masih jauh dari pelupuk
mata. Dua minggu yang lalu ia terima, tapi tinggal ¼ nya saja, uang rutin ia
terima hanya cukup untuk bertahan tak sampai penguhujung bulan. Istri satu anak
satu tanggungannya.
Kalau tetangganya sibuk minum kopi dan baca berita,
pagi-pagi Umar sibuk kesana kemari, kasih makan ayam dikandang kemudian pergi
ke kolam ikan, terkadang ia harus berebut jatah nasi dengan mereka. Lebih baik
makan sedikit tapi punya simpanan, buat dijual kalau kepepet.


