Banyak
orang dengan secara tidak sadar meyakini bahwa Tuhan membeda-bedakan setiap
manusia atau bahkan menganggap berlaku tidak adil pada dirinya atau orang lain.
Mereka berpendapat bahwa manusia diciptakan dengan kadar kemampuan dan dengan
batasan yang beragam.
Atau
setidaknya mereka sering mengeluh dan melemparkan kesalahan kepada Tuhan atas
ketidakmampuan dirinya dalam menghadapi permasalahan. Seringkali kita mendengar,
bahkan kita sendiri berkata, ‘Mungkin ini adalah batas kemampuan yang diberikan
Tuhan pada saya’. Kalimat ini sering kali diucapkan oleh kita atas
ketidakmampuan kita menghadapi permasalahan atau menyelesaikan masalah.
Kalimat
seperti ini seolah pembenaran terhadap capaian kita dalam sebuah proses, kita
tidak bisa melakukan lebih dari itu. Sedangkan terhadap orang lain yang lebih
tinggi capaiannya dari kita, ‘Ya itu merupakan anugerah dari Tuhan untuknya’.
Jika pola berfikir kita seperti itu, apakah kita tidak meragukan kuasa Tuhan?
Apakah kita tidak meyakini Tuhan berlaku adil pada kita?


