Halaman

Tuesday, November 21, 2017

Siapa yang Salah ?

Oleh Cecep Lukmanul Hakim

Banyak orang dengan secara tidak sadar meyakini bahwa Tuhan membeda-bedakan setiap manusia atau bahkan menganggap berlaku tidak adil pada dirinya atau orang lain. Mereka berpendapat bahwa manusia diciptakan dengan kadar kemampuan dan dengan batasan yang beragam.
Atau setidaknya mereka sering mengeluh dan melemparkan kesalahan kepada Tuhan atas ketidakmampuan dirinya dalam menghadapi permasalahan. Seringkali kita mendengar, bahkan kita sendiri berkata, ‘Mungkin ini adalah batas kemampuan yang diberikan Tuhan pada saya’. Kalimat ini sering kali diucapkan oleh kita atas ketidakmampuan kita menghadapi permasalahan atau menyelesaikan masalah.
Kalimat seperti ini seolah pembenaran terhadap capaian kita dalam sebuah proses, kita tidak bisa melakukan lebih dari itu. Sedangkan terhadap orang lain yang lebih tinggi capaiannya dari kita, ‘Ya itu merupakan anugerah dari Tuhan untuknya’. Jika pola berfikir kita seperti itu, apakah kita tidak meragukan kuasa Tuhan? Apakah kita tidak meyakini Tuhan berlaku adil pada kita?

Thursday, November 9, 2017

Belajar dari Timur

Oleh Cecep Lukmanul Hakim
Hari ini ketemu sama kawan dari timur, kebetulan dia lagi kuliah di Unigal. Sudah lama tinggal di Jawa, sejak lulus SD katanya dan baru sekali pulang ke kampung halaman. Aripin namanya, dan yang bikin kaget, dia satu marga dengan kawan saya dulu di pondok.
Berhadapan dengan orang lain daerah, merupakan berkah yang tak terkira buat saya. Saya bisa bertanya sepuasnya tentang apapun kepadanya. Alam, penduduk, sosial masyarakat, pembangunan pokonya apapun. Dan yang paling penting, saya tidak keluar ongokos untuk tahu segalanya, hanya rokok dan kopi saja sesajennya, itupun masih dibayarin sahabat saya.

Thursday, February 4, 2016

Setiap Manusia adalah Sejarawan?

Oleh Cecep Lukmanul Hakim   
        
Carl Becker
Sebagai Civitas Akademika ataupun peminat sejarah, tentu kita mengenal Carl Becker dan Paul Veyne sebagai dua orang ahli dalam sejarah. Salah satu kutipan atau slogan yang terkenal dari Carl Becker adalah everyman his own historian. Nah, apa itu everyman his own historian ? dan apa hubungannya dengan Paul Veyne ?. Silahkan simak uraian di bawah ini.
            Pernyataan Carl Becker bahwa everyman his own historian yang artinya adalah setiap orang (adalah) sejarawan untuk dirinya sendiri berangkat dari asumsi bahwa setiap manusia adalah penggerak sejarah. Manusia pada hakiaktnya yang membuat sejarah baik itu sebagai pelaku sejarah atau pun sebagai saksi sejarah.  Setiap orang “normal” mengenal sejarah dan karena itu adalah “sejarawan”, namun sejarawan sebenarnya terbatas karena merupakan salah satu bentuk dari profesi akademik.