Halaman

Thursday, February 15, 2018

N Y A I

Perdaban barat (eropa) sejak dari masa modern selalu dianggap supreme, ras yang paling terdepan dalam budaya dan teknologi. Yunani sampai saat ini masih menjadi rujukan intelektual dalam pergumulan ide dan peradaban manusia. Konsep egaliter, kemerdekaan, kebebasan membuat mereka membusungkan dada terhadap ras lain di belahan dunia.
Sangat ironi, kenyataannya mereka sangat kagum terhadap ras sendiri sebagai pelopor dan pejuang persamaan, kemerdekaan dan kebebasan, namun justru melakukan diskriminasi dan penjajahan di belahan dunia lain.
Pada setiap wilayah jajahan, komposisi masyarakat selalu diposisikan secara vertikal, dari tingkat paling bawah sampai paling atas, bahasa sosiologinya stratifikasi sosial. Sesuai kenyataan, paling bawah adalah mereka yang sangat menderita dan paling atas adalah sebaliknya. Kelas bawah adalah mereka yang menjamin, yang bertugas untuk menjamin kelas yang di atasnya. Kita adalah kelas yang diperah dan mereka adalah yang memerah dan menikmati kekayaan kita.

Saturday, December 9, 2017

Keberadaan tanpa Kebermaknaan

Oleh Cecep Lukmanul Hakim
Perkara hidup tak akan pernah habis kita fikirkan dan diskusikan. Warung kopi tempat ngopi sebangsa saya yang secara ekonomi berada di bawah garis kemiskinan, Café tempat kongkow dan kopdar orang berduit, semua materi pembicaraannya tak jauh dari masalah hidup. Dimulai materi yang ringan seperti urusan gaya hidup, kategori menengah yaitu urusan mencari materi (duniawi) sampai yang tingkat dewa seperti keinginan untuk poligami tapi diridoi oleh istri pertama menemani semangkuk bakso atau sepiring nasi timbel bisa juga ditemani secangkir kopi atau teh dengan kepulan kretek khas Indonesia.

Sunday, November 26, 2017

Terjebak

Oleh Cecep Lukmanul Hakim
“Saya menyesal mengambil jalan ini, coba kalau saya ambil jalan lain pasti tidak akan macet.”
Setiap manusia yang hidup jasad serta fikirannya pasti sering mengucapkan kalimat-kalimat penyesalan seperti itu. Menyesal berarti ungkapan ketidakpuasan atas sebuah keadaan, artikulasi dari kekecewaan dari keadaan yang dihadapi.
Kecewa – bahagia adalah sikap dasar manusia sebagai respon dari suatu keadaan atau pencapaian. Maka merasa kecewa dan bahagia itu sangatlah wajar sebagai mahluk yang dianugerahi perasaan, fikiran dan indera. Tidak ada yang salah ketika kita merasa bahagia menerima uang dan kecewa ketika kekurangan uang.