Sebagai
seorang awam akan ilmu agama, membicarakan hal-hal ghaib dalam agama adalah hal
yang tabu. Kita cenderung lebih berhati-hati dalam berbicara mengenai hal
tersebut, atau bahkan seringkali menghindari pembicaraan kearah itu. Kita takut
karena kedangkalan ilmu justru akan menjerumuskan kita kedalam hal-hal yang
mendatangkan madharat.
Saya
teringat sewaktu pertama kali masuk kuliah, ada salah satu senior di kostan
dengan tiba-tiba bertanya ‘Menurutmu apa itu takdir?’. Dan sudah pasti saya
dibuat celingak celinguk dengan pertanyaan itu. Takut akan kesalahan berbicara
dengan kedangkalan ilmu menjadi dasar saya tidak menjawab.


